<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1" ?>
<rss version="0.91">
  <channel>
    <title>aann</title>
    <link>http://aann.blogdrive.com/</link>
    <description>aann</description>
    <lastBuildDate>Sat, 25 Nov 2006 15:00:01 PST</lastBuildDate>
    <generator>http://www.blogdrive.com</generator>
    <copyright>Copyright 2006.</copyright>
    <category>Writing</category>
    <category>Islam</category>
    <category>Relationships</category>
    <item>
      <title>Wake Up Call</title>
      <link>http://aann.blogdrive.com/archive/314.html</link>
      <pubDate>Sat, 25 Nov 2006 07:58:07 GMT</pubDate>
      <description>Beberapa hari kemarin aku mendapat pesan untuk membangunkan beberapa teman pada sekitar jam 03.00 pagi. Ada beberapa urusan yang akan mereka kerjakan. Ada yang mau mengerjakan tugas kuliah, ada yang ingin shalat malam, ada yang sekedar mau menelepon temannya. Aku sendiri tidak bisa menjanjikan bisa benar-benar bangun dan membangunkan mereka tepat waktu. Tapi aku sudah mempunyai niat untuk bangun dan mempersiapkan diri dengan memasang alarm di HP, juga memasang reminder.
Belum juga jam 03.00. HPku sudah berbunyi. Tapi itu bukan alarm atau reminder yang aku pasang. Seseorang dengan nomor asing... (more)</description>
      <comments>http://aann.blogdrive.com/comments?id=314</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Kabar Angin</title>
      <link>http://aann.blogdrive.com/archive/313.html</link>
      <pubDate>Fri, 29 Sep 2006 08:07:32 GMT</pubDate>
      <description>Sore lalu angin datang menyapa
Suaranya lembut memenuhi telinga
Nafasnya harum, hangat menyentuh pipiku
Dalam suara lirih diakabarkan berita
Hujan akan datang akhir purnama ini

Setangkai bunga melonjak kegirangan
Tidak terasa sehelai daunnya jatuh
Sehelai daun yang layu sejak seminggu yang lalu
Aku tersenyum melihat semua itu

Sore kemarin angin kembali datang menyapaku
Membawa berita lain
Hujan mungkin terlambat datang
Setangkai bunga di sampingku semakin layu
Wajahnya pucat hampir kering
Aku ambil air, lalu mengguyurnya
Dia terjaga, lalu berkata, &quot;Oh hujan, engkau telah datang.&quot;
&quot;Ini bukan... (more)</description>
      <comments>http://aann.blogdrive.com/comments?id=313</comments>
    </item>
    <item>
      <title>It's Shoping Time</title>
      <link>http://aann.blogdrive.com/archive/312.html</link>
      <pubDate>Sat, 23 Sep 2006 06:00:58 GMT</pubDate>
      <description>Kemarin, sepulang dari kantor, aku pergi ke sebuah mal untuk mengambil uang di ATM yang ada di sana. Setelah itu, aku naik ke lantai atas. Sebenarnya ingin belanja kebutuhan sehari-hari, tapi pas mau masuk, aku lihat di kasir antrian lumayan panjang. Akhirnya aku putuskan untuk tidak jadi belanja dan masuk ke toko buku yang juga lumayan rame. 
Rupanya benar apa yang dikatakan seorang teman kantor kemarin, bahwa mal-mal penuh sesak dengan orang-orang yang hendak berbelanja. Sehingga untuk membayar di kasir harus rela antri beberapa lama. Untuk persiapan Ramadhan, katanya. Dan mungkin... (more)</description>
      <comments>http://aann.blogdrive.com/comments?id=312</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Suami Yang Mana?</title>
      <link>http://aann.blogdrive.com/archive/311.html</link>
      <pubDate>Thu, 21 Sep 2006 09:51:45 GMT</pubDate>
      <description>Sehabis pulang dari kantor kemarin, saya masuk ke kamar. Lalu keluar membawa beberapa potong pakaian kotor dan merendamnya. Seorang teman dengan santai berseloroh, &quot;Makanya cari istri biar gak nyuci sendiri terus.&quot; Mungkin perkataan itu hanyalah sekedar gurauan saja. Aku hanya diam sambil terus menuangkan air ke dalam ember. Beberapa menit kemudian seorang teman yang lain masuk. Melihat ada pakaian direndam di belakang, dia berkomentar yang sama. &quot;Makanya nikah, biar ada yang nyuciin.&quot;
Kembali aku diam saja. Lalu rebah di atas tempat tidur menikmati rasa lelah. Aku teringat kemarin membaca... (more)</description>
      <comments>http://aann.blogdrive.com/comments?id=311</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Kembali</title>
      <link>http://aann.blogdrive.com/archive/310.html</link>
      <pubDate>Tue, 19 Sep 2006 11:31:21 GMT</pubDate>
      <description>Aku baru sadar bahwa pagi sudah hampir datang ketika suara teleponku menjerit-jerit. Aku angkat, tapi seseorang diujung telepon memutusnya kembali. Aku bangkit dari tempat tidur menuju kamar mandi. Di luaran, suara azan bersahutan dari segala arah memenuhi setiap ruangan kamar. Suara kadang meninggi seperti hendak menggapai langit. Aku basuh mukaku yang penuh mimpi, dan kesegaran meluapiku.
Setalah shalat, aku duduk di ujung tempat tidur. Sebuah SMS masuk. &quot;An, ternyata benar, kita hanya salah faham aja. Kita sekarang udah baikan lagi.&quot; begitu bunyinya. Aku mencoba memahami kalimat itu.... (more)</description>
      <comments>http://aann.blogdrive.com/comments?id=310</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Matahari Baru</title>
      <link>http://aann.blogdrive.com/archive/309.html</link>
      <pubDate>Fri, 08 Sep 2006 05:12:15 GMT</pubDate>
      <description>Mungkin kamu sudah pernah pergi ke laut. Melihat ketengah dari sudut bibirnya yang indah dibasahi oleh lidah ombak, seperti anak kecil yang malu-malu. Dan engkau menikmati suara riaknya yang ceria ketika hempasan-hempasan ombaknya menampari pantai. Itulah laut, begitu dalam, suram, seperti kenangan-kenangan yang belum juga engkau fahami. Bahkan ketika ombak yang sama menampar di pantai yang sama.

Lalu sore beranjak datang mengusir siang. Matahari engkau sangkakan hilang ditelan laut itu. Warnanya merah menyala memenuhi langit. Engkau mengira itu darah yang semburat dari bekas lukanya... (more)</description>
      <comments>http://aann.blogdrive.com/comments?id=309</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Aku dan Blogku</title>
      <link>http://aann.blogdrive.com/archive/307.html</link>
      <pubDate>Tue, 05 Sep 2006 11:43:09 GMT</pubDate>
      <description>Waktu benar-benar berlalu. Aku pergi meninggalkan mimpi dan anganku. Aku pergi meninggalkan segala kenangan tentangmu. Aku tidak lagi mengingatmu, merindukanmu, aku seperti tidak pernah mengenalmu Waktu benar-benar berlalu.
Waktu yang lain datang. Engkau diam sendiri dalam dingin rindu musim panas ini. Engkau ingat ketika kaulihat punggungu meninggalkanmu sambil berharap aku menoleh agar bisa melihat wajahku untuk terakhir kali. Dan aku tidak melakukannya. Tiada menyapa, tiada juga menoleh. Aku pergi begitu saja. 

Lalu hari-hari yang panjang kaulewati dalam memandangi jalan-jalan yang... (more)</description>
      <comments>http://aann.blogdrive.com/comments?id=307</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Pulang</title>
      <link>http://aann.blogdrive.com/archive/306.html</link>
      <pubDate>Sat, 02 Sep 2006 08:24:10 GMT</pubDate>
      <description>Jam 17.00 sore. Jalan-jalan itu penuh sesak dengan mobil, bus, sepeda motor, juga pejalan kaki. Mereka berbondong-bondong memenuhi tiap ruas jalan itu. entah ke mana mereka hendak pergi. Mereka seolah-olah takut datang malam sebelum sampai tujuan. Mereka takut malam menangkapnya dan menahannya untuk pulang. Dan aku, aku ada diantara orang-orang itu.
Aku bergegas menyeberangi jalan dengan langkah buru-buru. Sebuah sepeda motor berlari kencang, hampir saja menabrakku. Kudengar sumpah serapah itu, tapi kuabaikan saja. Aku hanya tersenyum kecut sambil terus menapaki sisa jalan. 

Adzan maghrib... (more)</description>
      <comments>http://aann.blogdrive.com/comments?id=306</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Pernah</title>
      <link>http://aann.blogdrive.com/archive/305.html</link>
      <pubDate>Thu, 31 Aug 2006 10:50:22 GMT</pubDate>
      <description>Aku pernah datang kepada-Mu
Di pagi yang dingin sunyi
Bercakap dalam suara lirih
Lalu kita berpisah setelah pertemuan yang pucat
Aku pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal

Kini aku selalu ingin menyapa-Mu
Bersama-Mu menghabiskan separuh malam
Mohon bangunkan aku ketika awal pagi mulai datang
</description>
      <comments>http://aann.blogdrive.com/comments?id=305</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Pandangan</title>
      <link>http://aann.blogdrive.com/archive/300.html</link>
      <pubDate>Sat, 10 Jun 2006 11:40:56 GMT</pubDate>
      <description>Perempuan itu, aku tidak begitu mengenalnya walau tidak sering melihatnya. Ada hal yang berubah pada anak itu. Dulu dia memang tidak berhijab. Tapi beberapa hari yang lalu, aku melihat dia mulai mengenakan hijab. Kemarin aku bertemu dia. Sepertia banyak yang berubah. Baju putih abu-abu yang dia pakai juga berubah. Tidak seperti yang kemarin. Baru. Ya benar-benar baru. Ketika aku dekat dengannya, aku mencandainya, &quot;Eh..tumben, bajunya rapet. Sejak kapan?&quot;
   &quot;Yaa..kan dah lama. Emang nggak pernah tau apa?&quot; jawabnya dengan tersipu.
   &quot;Takut ama RUU APP, ya?&quot;
   &quot;Yee...siapa takut, enggak... (more)</description>
      <comments>http://aann.blogdrive.com/comments?id=300</comments>
    </item>
  </channel>
</rss>
