|
Kemarin, sepulang dari kantor, aku pergi ke sebuah mal untuk mengambil uang di ATM yang ada di sana. Setelah itu, aku naik ke lantai atas. Sebenarnya ingin belanja kebutuhan sehari-hari, tapi pas mau masuk, aku lihat di kasir antrian lumayan panjang. Akhirnya aku putuskan untuk tidak jadi belanja dan masuk ke toko buku yang juga lumayan rame. Rupanya benar apa yang dikatakan seorang teman kantor kemarin, bahwa mal-mal penuh sesak dengan orang-orang yang hendak berbelanja. Sehingga untuk membayar di kasir harus rela antri beberapa lama. Untuk persiapan Ramadhan, katanya. Dan mungkin pemandangan seperti itu akan terus berlanjut sampai nanti menjelang Idul Fitri, bahkan akan semangin meningkat. Yaa..Ramadhan. Inilah waktunya berbelanja. Waktunya menghamburkan uang untuk makanan-makanan yang kadang tidak kita konsumsi di luar bulan ini. Inilah waktunya berbelanja pakaian, sandal, sepatu, perhiasan, pernak-pernik rumah yang serba baru. Inilah waktunya untuk melepaskan semua keinginan. Memenuhi apa yang belum sempat terpenuhi. Jauh dari makna menahan diri. Bukan hanya menahan diri dari makan, minum dan hal-hal yang membatalkan puasa, tapi juga menahan diri untuk menghambur-hamburkan harta. Aku tidak tahu bagaimana data yang sebenarnya. Tapi melihat ramainya pasar-pasar, mal-mal, mungkin kita bisa menyimpulkan bahwa tingkat konsumsi di bulan ini meningkat tajam. Hal inilah yang membuat harga-harga naik, karena permintaan akan barang yang tinggi. Mungkin sebentar lagi, kasir-kasir di pusat perbelanjaan akan semakin sibuk. Ratusan orang mengantri untuk membayar barang yang dibelinya. Dan mungkin aku akan berada diantara kerumunan itu. Karena it's shoping time. |
| Riana September 24, 2006 08:35 PM PDT Iya, kenapa sih bulan puasa pengeluaran harus naik? Semua diperbudak tradisi.. Salam kenal :) | ||
| Leave a Comment: |