|
Aku baru sadar bahwa pagi sudah hampir datang ketika suara teleponku menjerit-jerit. Aku angkat, tapi seseorang diujung telepon memutusnya kembali. Aku bangkit dari tempat tidur menuju kamar mandi. Di luaran, suara azan bersahutan dari segala arah memenuhi setiap ruangan kamar. Suara kadang meninggi seperti hendak menggapai langit. Aku basuh mukaku yang penuh mimpi, dan kesegaran meluapiku. Setalah shalat, aku duduk di ujung tempat tidur. Sebuah SMS masuk. "An, ternyata benar, kita hanya salah faham aja. Kita sekarang udah baikan lagi." begitu bunyinya. Aku mencoba memahami kalimat itu. Tentu tidak bisa bila aku tidak menghubungkannya dengan pembicaraan pendek kemarin. Sambil menangis dia menceritakan bahwa seorang teman, bahkan seorang sahabat dekatnya telah "berkhianat", begitu kata yang dia pakai. Aku yakin mereka sudah melalui banyak hal dalam rentang waktu persahabatannya. Mungkin in bukan yang pertama. Bahkan mungkin bukan yang terakhir. Akan banyak lagi cobaan persahabatan anatara mereka. Tapi aku senang mereka bisa melalui satu masalah ini. Aku senang mereka kembali akrab. Aku ulangi membca SMS itu. Aku tersenyum lega, lalu tak terasa tertidur lagi. |
| eL October 28, 2008 09:37 PM PDT Lho? kok tidur lagi? | ||
| Iecha September 23, 2006 05:45 PM PDT Salah paham emang susah banget. Pa lagi kalo orang yang terlibat gak mau ngerti mesi udah dijelasin ratusan kali. Nyakitin hati banget. Gara2 salah paham juga h pernah ngerasa sahabatan Ch sama seseorang gak akan bisa diselamatin lagi. Fuih... untungnya terselamatkan. Moga lain kali gak terjadi. | ||
| keren September 21, 2006 05:08 PM PDT :) | ||
| Leave a Comment: |