|
Waktu benar-benar berlalu. Aku pergi meninggalkan mimpi dan anganku. Aku pergi meninggalkan segala kenangan tentangmu. Aku tidak lagi mengingatmu, merindukanmu, aku seperti tidak pernah mengenalmu Waktu benar-benar berlalu. Waktu yang lain datang. Engkau diam sendiri dalam dingin rindu musim panas ini. Engkau ingat ketika kaulihat punggungu meninggalkanmu sambil berharap aku menoleh agar bisa melihat wajahku untuk terakhir kali. Dan aku tidak melakukannya. Tiada menyapa, tiada juga menoleh. Aku pergi begitu saja. Dan kemarin, aku kembali menyapamu. Aku berharap engkau masih menyimpan mata sayu penuh penantian. Engkau rumahku yang kesepian penuh debu. Aku kembali, mungkin bukan untuk cerita-cerita yang aku rangkai, hanya sekedar kebersamaan, walau hanya diam pucat. Aku benar-benar kembali. Mulai berbicara denganmu, aku merindukanmu, meminta maaf telah meninggalkanmu. Tapi katamu, "Siapa kamu? Aku tidak mengenalmu." |
| Leave a Comment: |