Suami Yang Mana? « aann
Profile





Blog ini seperti tempat pembuangan akhir sampah saja. Beberapa tulisan dalam blog ini mungkin seperti sampah dari dalam hati saya. Dan anda-anda yang datang ke sini, mungkin bermacam-macam tujuannya. Ada yang ingin meneliti sampah, menganalisa kadar mercurynya, ada yang mau memulung, atau sekedar suka dengan bau busuknya. Yang jelas saya selalu mencoba untuk selalu tersenyum, dalam sampah kegetiran hidup yang harus dijalani. Di sini bisa kamu lihat sedikit dari sampah keresahan.



Calendar

<< September 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

Tag Board


 

Links

Link Lain

Aann Blogspot
Inda


Dah dikunjungi sebanyak
Kali, Orang online

Member of
 Blognya Indonesian Muslim BloggerE
Contact Me



Credits

Layout: Marianne
Picture: Stock.XCHNG
BLOGDRIVE
TEMPLATES
A journey to the unknown

rss feed
windows live mail
Thursday, September 21, 2006
Suami Yang Mana?

Sehabis pulang dari kantor kemarin, saya masuk ke kamar. Lalu keluar membawa beberapa potong pakaian kotor dan merendamnya. Seorang teman dengan santai berseloroh, "Makanya cari istri biar gak nyuci sendiri terus." Mungkin perkataan itu hanyalah sekedar gurauan saja. Aku hanya diam sambil terus menuangkan air ke dalam ember. Beberapa menit kemudian seorang teman yang lain masuk. Melihat ada pakaian direndam di belakang, dia berkomentar yang sama. "Makanya nikah, biar ada yang nyuciin."

Kembali aku diam saja. Lalu rebah di atas tempat tidur menikmati rasa lelah. Aku teringat kemarin membaca blog Indra. Aku jadi berpikir sendiri. Kalo sekarang aku biasa melakukan segala hal sendiri, apakah nanti ketika menikah aku akan berubah? Apakah benar kata teman-temanku tadi, kalo aku sudah menikah aku tidak perlu mencuci lagi, menyetrika baju lagi, tidak perlu menyiapkan segala keperluan sendiri?

Mungkin ada perbedaan besar antara beberapa laki-laki dan perempuan, paling tidak dalam pengamatanku setelah mereka menikah. Seorang perempuan yang ketika masih sendiri adalah seorang yang manja, tidak bisa masak, selalu bergantung pada orangtua, setelah menikah menjelma menjadi seorang yang tangguh, sabar, tegar melakukan tugas-tugas yang belum pernah dilakukannya. Dia menjadi orang lain, bukan gadis kecil yang manja seperti dulu.

Sementara seorang laki-laki yang sebelum menikah terbiasa mencuci baju sendiri, menyetrika sendiri, menyiapkan teh, kopi, susu, bahkan belanja sendiri, setelah menikah malah berubah menjadi anak manja yang hanya bisa menyuruh dan menunjuk. Bahkan walaupaun dia tahu istrinya juga bekerja di rumah. Malah mungkin lebih lelah dari dia. Apalagi kalau istrinya juga bekerja di luar, bisa dibayangkan betapa lelahnya dia. Melakukan beberapa pekerjaan sekaligus, mencari nafkah, mengurus rumah, mengurus anak, mengurus suaminya juga.

Mungkin itu tidak terjadi pada semua orang. Tapi ada baiknya kita katakan, hormatilah istrimu yang lelah bekerja di rumah, bukan karena dia memilihnya, tapi karena kamu sudah memilih dulu untuk bekerja di luar. Dan kamu tahu bahwa istrimu juga tidak kalah lelah dibanding kamu.




aann went on a journey at 04:51 pm

Riyanti
October 3, 2006   04:02 PM PDT
 
Alhamdulilah
Lega dech ada yang pengertian kaya Mas AaN,,,Moga aja suamiku kelak bisa mengerti akan hal tersebuT,,,amien
rini
September 22, 2006   10:11 PM PDT
 
suami-istri adalah sebut tim yg solid yang saling belajar dalam memberi dan menerima setiap apa yang mereka perbuat.

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments








Previous Entry Home Next Entry