Matahari Baru « aann
Profile





Blog ini seperti tempat pembuangan akhir sampah saja. Beberapa tulisan dalam blog ini mungkin seperti sampah dari dalam hati saya. Dan anda-anda yang datang ke sini, mungkin bermacam-macam tujuannya. Ada yang ingin meneliti sampah, menganalisa kadar mercurynya, ada yang mau memulung, atau sekedar suka dengan bau busuknya. Yang jelas saya selalu mencoba untuk selalu tersenyum, dalam sampah kegetiran hidup yang harus dijalani. Di sini bisa kamu lihat sedikit dari sampah keresahan.



Calendar

<< September 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

Tag Board


 

Links

Link Lain

Aann Blogspot
Inda


Dah dikunjungi sebanyak
Kali, Orang online

Member of
 Blognya Indonesian Muslim BloggerE
Contact Me



Credits

Layout: Marianne
Picture: Stock.XCHNG
BLOGDRIVE
TEMPLATES
A journey to the unknown

rss feed
windows live mail
Friday, September 08, 2006
Matahari Baru

Mungkin kamu sudah pernah pergi ke laut. Melihat ketengah dari sudut bibirnya yang indah dibasahi oleh lidah ombak, seperti anak kecil yang malu-malu. Dan engkau menikmati suara riaknya yang ceria ketika hempasan-hempasan ombaknya menampari pantai. Itulah laut, begitu dalam, suram, seperti kenangan-kenangan yang belum juga engkau fahami. Bahkan ketika ombak yang sama menampar di pantai yang sama.

Lalu sore beranjak datang mengusir siang. Matahari engkau sangkakan hilang ditelan laut itu. Warnanya merah menyala memenuhi langit. Engkau mengira itu darah yang semburat dari bekas lukanya gigitannya. Dan engkau melihat seorang anak kecil menangis karena takut akan hal itu. Lalu malam datang. Anak-anak kecil itu takut besok pagi tidak bisa melihatnya lagi karena engkau selalu mengatakan bahwa matahari telah ditelan laut sore tadi.

Malam merayap pelan. Dan ingatan-ingatan itu menambah suram kenanganmu. Engkau semakin bingung, tidak memahami apa yang terjadi. Engkau tidur mendekap gulingmu yang penuh dengan ceritamu itu. Mungkin guling itu sama dengan laut yang menyimpan banyak kenanganmu yang tertumpah di sana. Bahkan airmatamu yang tumpah kemarin malam. Dan dia begitu setia mendengarmu dan menyembunyukan rahasiamu.

Pagi indah datang hari ini. Engkau bangun lebih awal. Menengadahkan tangan meminta kembali hari-hari baru. Tidak seperti yang kemarin. Lalu engkau terkejut ketika melihat hari mulai terang. Engkau berlari menuju lantai atas, bahkan naik ke atap. Lalu engkau melihat yang seperti matahari. Dan engkau benar-benar yakin bahwa itu bukan yang kemarin. Itu benar-benar baru. Dia lebih ceria, lebih hangat. Engkau tersenyum, menyapanya sambil memperkenalkan diri. Dia hanya mengedip sejenak. Hari baru dimulai pagi ini.



aann went on a journey at 12:12 pm

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments








Previous Entry Home Next Entry